Sekilas Zionisme

Zionisme merupakan sebuah pergerakan politik rasisme ekstrim yang bertujuan mendirikan sebuah negara Yahudi di Palestina yang akan menaklukkan dunia Internasional .

Defenisi Terminologi Zionisme
Beragam asumsi dan pandangan terkait interpretasi terminologi “Shuhyuniyyah” (Zionisme): ada pendapat yang mengatakan dinisbatkan pada gunung Zion yang terletak di Selatan Masjid Al-Aqsa yang sering diutarakan dalam perjanjian lama (Taurat) .

Para peneliti dan pakar tidak menemukan asal kata “Zion” yang pasti dalam bahasa Arab, namun kebanyakan mereka cenderung berasumsi bahwa kata Zion (Shuhyun) berasal dari bahasa Arab dan asal kata tersebut juga dapat ditemukan dalam bahasa Ethiopia. Terbentuk dari kata (ash-shoun dan at-tahshin/penjagaan dan pembentengan) dan merupakan kata kerja yang berarti perlindungan bukit-bukit yang tinggi. Maksud dari bahasa Arab disini yaitu bahasa yang dipergunakan penduduk asli Arab yang pernah bermukim di Palestina beratus-ratus tahun sebelum hijrah kaum Ibrani. Mereka menamakan negeri tersebut dengan nama Kan’an (negeri dataran rendah) dan kata-kata yang senada masih berarti sama dalam bahasa Arab hingga sekarang.

Dalam kajian lain kata Shuhyun, (Zion) menunjukkan arti “benteng suci” atau kota yang pernah dihancurkan David (Daud), kata Zion al-Maqdis juga dipakai sebagai nama Al-Quds, rumah ibadah dan gunung. Kemudian seluruh “tanah suci” dinamakan “anak Zion”. Dan pada akhirnya terminologi ini dipakai untuk menyebut masa lalu dan masa depan Yahudi yang terkait dengan kenangan historis Yahudi selama beribu tahun .

Inilah cakupan dan ruang lingkup definisi Zionisme secara etimologi, hal ini mengindikasikan nilai-nilai spiritual dan kekuatan-kekuatan historis yang telah memformulasi berdirinya bangsa Yahudi. Dalam konteks ini, pemaknaannya tidak terkungkung dalam ruang lingkup kembali “diaspora” yahudi ke bukit Zion dan mendirikan sebuah pemerintahan politis bagi yahudi semata, namun betujuan membangkitkan spirit bangsa Yahudi dan perebutan kembali tanah yang dalam pandangan mereka secara historis merupakan hak milik mereka, menghidupkan lagi kultur budaya primitif Yahudi, dan menciptakan infrasuktur ekonomi dan sosial yang kokoh. Jack Toni anggota kongres Amerika dalam sebuah laporannya (ath-Thobur al-Khamis li ash-Shuhyun) mengklaim: Zionisme merupakan penisbatan terhadap Zion yang telah memimpin bangsa Babylonia dalam pengasingan. Jadi Zionisme berarti pengukuhan kembali eksistensi Israel di Palestina (di bukit Zion dan sekitar) serta penegasannya lewat berbagai media.
 

Klasifikasi Zionis Yahudi
 Pihak yang memprioritaskan tinggal dan menjalani kehidupan di Palestina.
 Pihak yang menopang pendanaan atau perjuangan lewat artikel-artikel yang menguatkan asumsi bahwa Palestina sebagai ibukota Yahudi. Zionisme berjuang dengan sekuat tenaga mengembalikan kejayaan Israel dan bangunan Haikal Sulaiman yang berlokasi di reruntuhan Al-Quds yang akan menjadi sentral pemerintahan hegemoni Yahudi terhadap dunia Internasional dibawah pimpinan raja Yahudi yang bergelar–dalam anggapan mereka-: al-Masih yang ditunggu.
 

Latar Belakang Historis Zionisme
Pergerakan Judaisme secara historis berakar pada sejarah agama Yahudi kuno semenjak tawanan Babylonia serta impian-impian mereka untuk kembali mendirikan negara di Palestina. Pergerakan ini telah melalui fase-fase yang sangat panjang yaitu ;

a. Pergerakan pengikut Mukabiy semenjak kepulangan tawanan Babylonia pada tahun 586-538 SM.
b. Pergerakan Barakhoba 118-138, Yahudi ini berhasil memompa semangat dan memotivasi bangsanya untuk berkumpul di Palestina dan mendirikan negara Yahudi disana.
c. Pergerakan David Ruben dan muridnya Solomon tahun 1501-1532 dengan membangkitkan spirit kaum Yahudi mendirikan kerajaan Israel di Palestina.
d. Pergerakan Minsyah bin Israel tahun 1604-1657 angkatan utama pengarah agenda Yahudi untuk merekrut Inggris dalam perealisasian tujuan Zionisme.
e. Pergerakan pendeta (rabi Yahudi) Syabtai tahun 1626-1676 yang mengkampanyekan dirinya sebagai almasih Yahudi. Kaum yahudi telah bersiap-siap kembali ke Palestina namun sang Pembebas mereka tersebut telah keburu mati.
f. Pergerakan para pemilik modal dan bangsawan kaya Yahudi di bawah pimpinan Rothschilds dan Musa Montifuri, tujuannya mendirikan imperealisme Yahudi di Palestina sebagai langkah awal perampasan tanah Palestina dan pendirian sebuah negara disana.
g. Pada awal abad ke 19 muncul gerakan pemikiran imperealis yang menyerukan pendirian negara Yahudi di Palestina dan pasca perang berdarah Yahudi di Rusia tahun 1882, muncul pula sebuah gerakan Yahudi radikal , disela-sela inilah Hitler orang Jerman sempat mengarang buku berjudul (Irja’ al-Yahud ilaa Palestin hasb aqwal al-Anbiya/ migrasi Yahudi ke Palestina dalam pandangan para Nabi).

Pergerakan Zionisme Modern
Gerakan yang dinisbatkan pada Theodore Hertzl, agenda utamanya menggiring Yahudi untuk menguasai dunia, dengan langkah awal pendirian negara Israel di Palestina. Hertzl telah berhasil meruntuhkan kesultanan Abdul Hamid di Turki dalam dua kali percobaan ekspansi, namun kesultanan itu semakin terpuruk, hingga terus memotivasi Yahudi menghancurkan kekhalifahan Utsmaniyyah dan kekhalifahan Islam umumnya.

Thedore Hertzl (1860-1904)
Gerakan Zionisme sering berkedok sebagai organisasi social, hingga kemunculan Theodore Hertzl, seorang Yahudi yang berprofesi sebagai wartawan dan penulis drama. Dia lahir bulan Agustus 1860 dan meninggal Juli 1904, bapaknya seorang pebisnis kaya, hidup di lingkungan kehidupan Kristen, kemudian belajar hukum di Wina. Setelah tamat ia aktif menulis artikel dan sastra, hingga akhinya populer dan ditunjuk sebagai delegasi surat kabar Neofree Press di kota Paris.

Pada tahun 1894, seorang perwira polisi Yahudi al-Farid Drifous tertuduh telah melakukan investigasi dan penjualan sebagian arsip-arsip militer Perancis kepada Jerman, setelah dihadapkan ke pengadilan, publik Perancis angkat bicara dan melakukan pemberontakan terhadap Yahudi, lewat berbagai cara Yahudi berusaha membantu perwira polisi ini, selama sepuluh tahun baru akhirnya mereka berhasil melepaskan perwira tersebut dari jeratan hukum. Targetnya, adalah menolak skandal dan menyelamatkan Yahudi dari kemarahan bangsa Perancis, Hertzl memanfaatkan kesempatan ini dengan mengarang sebuah buku berjudul (ad-Daulah Yahudiyyah) sebagai usaha menyerukan pendirian negara yahudi dan supaya para imigran Yahudi di berbagai belahan dunia segera kembali ke Palestina. Dia mengusulkan pembentukan perwakilan Yahudi yang bertugas mengawasi aktifitas modernisasi dengan agenda-agenda yang terkoordinir, serta melakukan negosiasi-negosisasi politik dan mendirikan Serikat Yahudi yang mengkonsolidasikan manuver perjuangan, demi melakukan kajian terhadap problematika keuangan dan ekonomi khususnya, sebagai tindak lanjut dari usulan tersebut. Dalam bukunya itu, Thedore Hertzl tidak menentukan secara spesifik negara yang akan menjadi tempat tujuan Yahudi, hanya saja dia memberikan kesempatan pada publik guna memilih sendiri mungkin Argentina, Afrika atau Palestina. Buku ini menuai kontroversi dan kritikan pedas berbagai pihak.

Kongres-kongres Zionisme
Pada tahun 1897, diadakanlah kongres Yahudi pertama di Bazel, Swiss tanggal 23-25 Agustus yang dihadiri oleh 196 orang Yahudi sebagai delegasi dari berbagai belahan dunia. Disitulah pertama kali dicetuskan skenario pergerakan Zionisme. Kebijakan yang dihasilkan dapat disimpulkan sebagai berikut:

o Pengkoordinasian dan pengkonsolidasian pergerakan berbagai kelompok Yahudi di dunia.
o Membangitkan kesadaran pemahamanYahudi
o Melakukan lobi-lobi politik ke berbagai negara, agar bersedia menyepakati skenario-skenario pergerakan Zionisme.

Bentuk realisasi kebijakan-kebijakan ini, berdirilah organisasi negara Yahudi yang dianggap sebagai pusat administrasi segenap kelompok-kelompok Yahudi, setiap orang yang loyal pada keputusan-keputusan kongres Bazel ini dicap sebagai Zionis tulen, dan ia wajib mengeluarkan partisipasi tahunan yang mengindikasikan keterlibatannya dalam pendanaan institusi pelaksana. Pasca kongres, Hertzl menulis dalam surat kabarnya di Wina sembari mengklaim: jika saya diminta menyimpulkan aktifitas kongres Bazel maka saya akan menyuarakan dan meneriakkan pada dunia bahwa sayalah pendiri negara Yahudi.

a) Kongres II di Bazel bulan Agustus 1898, diusulkanlah pendirian sebuah bank, yang berfungsi sebagai pusat keuangan persekutuan Yahudi dan menetapkan minimal sahamnya senilai 2 milyar Junaih Poundsterling.
b) Kongres III di Bazel bulan Agustus tahun 1899, dalam kongres ini dirampungkan pendiskusian masalah perjanjian Zionisme Internasional dan kebijakan pengumpulan dana dari warga negara.
c) Kongres IV di London bulan Agustus 1900, tujuan kongres ini diadakan di London adalah supaya dapat mempengaruhi opini publik Inggris, disana Hertzl mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Inggris guna mendapatkan rekomendasi dan support Inggris terhadap Yahudi.
d) Kongres V di Bazel bulan Agustus tahun 1901, disana perhatian lebih digencarkan pada ilmu pengetahuan dan kultur budaya serta wawasan Ibrani sebagai pembuka jalan bagi pendirian negara Yahudi di Palestina dan diusulkan juga pembangunan Universitas Ibrani dan keputusan pembangunan bank nasional Yahudi guna pendanaan proses pembelian tanah dari orang Arab Palestina.
e) Pada tahun 1902, Hertzl berusaha mendapatkan dekrit dari kesultanan Turki Abdul Hamid disela-sela kunjungan Imperium Guillame Tell II ke “tanah suci” yang memberikan semacam angin kemerdekaan bagi Yahudi, namun Imperium Jerman itu lari dari tuntutan Yahudi, sementara kesultanan Abdul Hamid menolak tuntutan Hertzl setelah mengetahui siasat busuk Zionisme tersebut.
f) Pada tahun 1903, Hertzl melakukan negosiasi dengan menteri urusan dalam negeri Rusia, guna mengklaim secara transparan emigrasi kaum Yahudi dari Rusia sebagai ganti penyetopan propaganda Yahudi melawan Rusia dan Hertzl juga memperoleh kesediaan dari menteri keuangan Rusia guna mendirikan sebuah cabang bank Yahudi disana. Hertzl juga menyepakati gagasan menteri urusan kolonialisasi Inggris guna menjadikan dataran subur di Nairobi ibukota Kenya, sebagai negeri Yahudi untuk sementara waktu menjelang proklamasi kemerdekaan, selain itu dihasilkan juga keputusan pengangkatan kepala pemerintahan Yahudi.
g) Kongres VI di Bazel bulan Agustus 1903, kongres ini merupakan terakhir kalinya keterlibatan Hertzl sebelum akhinya dia meninggal, disana ia mendapat kecaman keras karena kesediaannya bila negara Yahudi didirikan di luar Palestina. Sementara kongres menyepakati ketidak setujuan pendirian negara Yahudi di Afrika, kecuali untuk sementara waktu.
h) Hertzl meninggal Juli tahun 1904, namun setelah kematiannya kongres Zionisme masih tetap berlanjut di Bazel, La Haye (Den Haag), Hamburg, Wina, Georgia dan Jenewa (Swiss). Setelah berdirinya negara Yahudi di Palestina, diadakan kongres yang XXIII tahun 1951 di Al-Quds .



Posted by arif fortuna on 00.30. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0

0 komentar for �Sekilas Zionisme�

Leave comment

dailyvid

FLICKR PHOTO STREAM

2010 BlogNews Magazine. All Rights Reserved. - Designed by SimplexDesign